Jumat, 09 Maret 2012

makalah proses pemesinan

BAB I
PENDAHULUAN

I.1        Latar Belakang
Semakin meningkatnya perkembangan hidup manusia maka jaman pun ikut berkembang dengan pesat. Karena perkembangan manusia sangat maju maka bidang teknologi pun ikut mengalami perkembangan yang maju pula.
Jika diperhatikan, kebutuhan manusia tidak lepas dari unsur logam. Karena hampir semua alat yang digunakan terbuat unsur logam. Sehingga logam mempunyai peranan aktif dalam kehidupan manusia dan menunjang teknologi jaman sekarang. Oleh karena itu timbul usaha-usaha dari manusia untuk dapat memperbaiki sifat-sifat logam tersebut. Salah satunya adalah dengan merubah bentuknya.
Para produsen mobil dan pemasok kemudian menggunakan hampir setiap
proses yang dijelaskan dalam makalah ini dan walaupun ada pula beberapa yang tidak dijelaskan, sering kali karena mereka merahasiakannya, tentunya karena alasan bisnis. Pada dasarnya, manufaktur adalah aktivitas nilai tambah, di mana konversi
bahan menjadi produk menambah nilai dengan materi aslinya

I.2        Tujuan Penulisan
1.      Mempelajari konsep dasar proses manufaktur
2.      Memahami peranan proses manufaktur dalam dunia permesinan
3.      Menarik minat pembaca untuk lebih mengenal proses manufaktur

I.3        Metode Penulisan
Dalam menulis makalah ini, saya memperoleh kajian materi dari beberapa sumber, yaitu studi literatur dari buku-buku yang terkait dengan topik dan berbagai artikel dari internet.




DAFTAR ISI

Halaman
I.      Pendahuluan
I.1.Latar Belakang………………………………………………………………………………..    1
I.2.Tujuan Penulisan …………………………………………………………………...………     1
I.3.Metode Penulisan ………………………………………………………………………….     1
I.4.Daftar Isi ....................………………………………………….………………………                   2
II.   Isi
II.1.       Konsep Dasar …………………………………………………………………………………            3
II.2.       Proses Pemesinan / Machining Process………………………………….…....              4
1.      Turning Process……………………........................………                5
2.      Shaping & Planning Process..................................                  6
a.      Shaper..........................................................                     7
b.      Planer...........................................................                     7
3.      Milling Process....................................................                    8
4.      Driling Process....................................................                    8
5.      Boring Process....................................................                    9
6.      Filing Process......................................................                    9
7.      Sawing dan Broaching Process.............................                  10
8.      Abrasive Machining Process.................................                  11

III.  Penutup    
III.1.     Kesimpulan ……………………………………………………………………………………             12
III.2.     Saran ………………………………………………...…………………………………………..            12
Daftar pustaka ……………………………………………………………………………………………………...            13


BAB II
I S I

II.1       Konsep Dasar
Proses Manufaktur adalah suatu cara atau proses yang di terapkan untuk merubah bentuk suatu benda. Manufaktur sangat erat terkait dengan rekayasa atau teknik. Tujuan proses manufaktur adalah untuk menghasilkan komponen-komponen yang menggunakan material tertentu dengan mempertimbangkan bentuk, ukuran dan strukturnya. Proses ini sangat berhubungan erat dengan dunia permesinan. Dimana bidang permesinan memegang peranan penting dalam kemajuan teknologi di dunia.
Menurit sisi ekonomi pengertian proses manufaktur adalah aktivitas nilai tambah, di mana konversi bahan menjadi produk menambah nilai dengan materi aslinya. Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur bertujuan untuk menghasilkan nilai tambah dan mereka melakukannya dengan cara yang paling efisien.
Dimulai dengan desain produk, bahan, tenaga kerja, dan peralatan yang interaktif
faktor dalam manufaktur yang harus dikombinasikan dengan benar (terintegrasi) untuk mencapai biaya rendah, kualitas unggul, dan tepat waktu pengiriman. Biasanya, seperti yang ditunjukkan dalam gambar 1.1
Gambar 1-1
Biaya manufaktur adalah bagian terbesar dari harga jual, biasanya sekitar
40%. Bagian terbesar dari manufaktur adalah bahan, biasanya 50%.


Mengacu lagi untuk total biaya yang ditunjukkan pada Gambar1 -2 (harga jual dikurangi keuntungan), sekitar 68% dari biaya yang dihabiskan untuk pekerja, dengan rincian sekitar 15% untuk insinyur, 25% untuk pemasaran, penjualan & dan orang-orang manajemen umum; 5% untuk tenaga kerja langsung, dan 10% untuk rata-rata biaya pekerja tidak langsung. Bidang manufaktur di Amerika Serikat adalah sekitar $ 15 per jam untuk pekerja di tahun 2000. Penurunan tenaga kerja langsung hanya akan memiliki dampak marjinal pada biaya orang total. kombinasi optimal dari faktor-faktor untuk memproduksi sejumlah kecil dari suatu produk tertentu mungkin sangat tidak efisien untuk kuantitas yang lebih besar dari produk yang sama. Akibatnya, pendekatan sistem, mengambil semua faktor,
harus digunakan. Mereka membutuhkan suara dan pemahaman yang luas pada bagian dari pembuat keputusan pada nilai material, proses, dan peralatan untuk perusahaan, disertai dengan pemahaman tentang Bahan sistem manufaktur dan proses dalam sistem manufaktur.

II.2       Proses Pemesinan / Machining Process
Proses permesinan (Machining process) merupakan proses pembentukan suatu produk dengan pemotongan dan menggunakan mesin perkakas. Umumnya, benda kerja yang di gunakan berasal dari proses sebelumnya, seperti proses penuangan (Casting) dan proses pembentukan (Metal Forging). Proses permesinan ini berdasarkan bentuk alat potong dapat di bagi menjadi 2 tipe, yaitu :
  1. Bermata potong tunggal (single point cutting tools)
  2. Bermata potong jamak (multiple points cuttings tools)
Secara umum, gerakan pahat pada proses permesinan terdapat 2 tipe yaitu : gerak makan (feeding movement) dan gerak potong (cutting movements). Sehingga berdasarkan proses gerak potong dan gerak makannya, proses permesinan dapat di bagi menjadi beberapa tipe, antara lain :
  1. Proses Bubut (Turning)
  2. Proses Sekrap (Planning, Shaping)
  3. Proses Freis (Milling)
  4. Proses Gurdi (Drilling)
  5. Proses Bor (Boring)
  6. Proses Kikir (Filling)
  7. Proses Gergaji atau parut (Sawing, Broaching)
  8. Abrasive Machining Process

Proses permesinan akan terus berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi di bidang manufaktur karena benda – benda (produk) yang dihasilkan juga beragam
1.      Turning Process
Mesin Bubut adalah suatu mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja.
Prinsip kerja mesin bubut yaitu: poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga memutar roda gigi pada poros spindel. Melalui roda gigi penghubung, putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada bagian yang membawa pahat. Akibatnya pada benda kerja akan terjadi sayatan.
Gambar 2.1 – Mesin Bubut dan bagian-bagiannya
Untuk menjamin kelangsungan proses ini maka jelas diperlukan material pahat yang lebih unggul daripada material benda kerja. Keunggulan tersebut dapat dicapai karena pahat dibuat dengan memperhatikan berbagai segi yaitu:
a.      Kekerasan: kekerasan yang cukup tinggi melebihi kekerasan benda kerja tidak saja pada temperatur ruang melainkan juga pada temperatur tinggi pada saat proses pembentukan geram berlangsung.
b.      Keuletan: Keuletan yang cukup besar untuk menahan beban kejut yang terjadi sewaktu pemesinan dengan interupsi maupun sewaktu memotong benda kerja yang mengandung partikel/bagian yang keras (hard spot).
c.       Ketahanan beban kejut thermal: diperlukan bila terjadi perubahan temperature yang cukup besar yang cukup besar secara besar secara berkala/periodik.
d.      Sifat adhesi yang rendah: Untuk mengurangi afinitas benda kerja terhadap pahat mengurangi laju keausan, serta penurunan gaya pemotongan.
e.      Daya larut elemen/komponen material pahat yang rendah: dibutuhkan demi untuk memperkecil laju keausan akibat mekanisme difusi.

Ada beberapa jenis pahat:
2.2 beberapa jenis pahat yang digunakan dalam proses bubut.


2.      Shaping & Planning Process
Pada proses permesinan ini hanya dapat memotong menurut garis lurus dengan jenis/tipe pemotongan yang sama dan selalu memotong hanya dalam satu arah, sehingga langkah balik merupakan langkah terbuang (waktu terbuang). Proses menyekrap menggunakan tool yang lebih keras dari benda kerja.


a.      Shaper
Shaper adalah mesin yang digunakan untuk memproduksi benda yang memilki dimensi relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan planer. Gerak potong pada mesin shaper dilakukan oleh pahat yang melekat pada ram, sedangkan gerak makan dilakukan oleh benda kerja (meja).
2.3 Mesin Shaper
b.      Planer
Planer adalah mesin yang digunakan untuk memproduksi benda yang besar dan berat. Planer dapat digunakan untuk menghasilkan permukaan datar horizontal dan vertikal. Namun, planer kurang efisien daripada  proses machning dasar lainnya, seperti milling. Akibatnya planing dan planer sebagian besar telah digantikan oleh mesin milling atau mesin mesin yang dapat melakukan kedua-duanya (Planing dan Miling).





2.4 Mesin Planer Kayu / Ketam, contoh mesin planing sederhana

2.5 Mesin Portable Planer




3.      Milling Process
Pada proses Freis, prinsip dasar yang digunakan adalah terlepasnya logam (geram) oleh gerakan pahat yang berputar. Mesin ini dapat melakukan pekerjaan seperti memotong, membuat roda gigi, menghaluskan permukaan, dan lain-lain.
2.6 Mesin Milling
Prinsip kerja dari proses milling adalah pemotongan benda kerja dengan menggunakan pahat bermata majemuk yang dapat menghasilkan sejumlah geram. Benda kerja diletakkan di meja kerja kemudian, dipasang pahat potong dan disetel kedalaman potongnya. Setelah itu, benda kerja didekatkan ke pahat potong dengan pompa berulir, untuk melakukan gerak memakan sampai dihasilkan benda kerja yang diinginkan.
4.      Drilling Process

Pada mesin Gurdi pahat potong yang digunakan berupa twist drill yang terdiri dari dua atau lebih pahat potong tunggal, sehingga dikelompokkan sebagai pahat bermata potong banyak. Gerakan memotong dan memahat dilakukan oleh pahat.

2.7 Mesin Gurdi

5.      Boring Process

Pengeboran selalu melibatkan pembesaran lubang yang ada. Yang mungkin telah dibuat ataupun hasil dari inti dalam casting.  

2.8 Mesin Bor
6.      Filing Proses
            Proses yang dilakukan dengan menggunakan gigi-gigi kikir. Kikir terbuat dari baja tempa yang mengandung karbon tinggi dan meliputi bagian panjang, potongan, bentuk dan gigi pemotong. Jika ditinjau dari bentuknya, ada beberapa tipe yang sering kita jumpai. Antara lain bentuk flat, square, triangular, round, half round dan eliptical. Sedangkan dilihat dari bentuk permukaannya terdiri dari kikir kasar dan kikir halus.
Dibawah adalah 4 jenis mata kikir:
2.9  Single, Double, Rasp dan Curven
  1. Sawing & Broaching Process
Fungsi dari proses gergaji atau sawing process sendiri adalah sebagai alat bantu (bukan untuk geometri), sehingga benda kerjanya ketika akan dipasang dapat sesuai dengan  ukuran yang kita inginkan.
Jenis-jenis gergaji ada 2 yaitu Gergaji Tangan dan Gergaji Mesin. Alat ini bukanlah alat yang asing dan dapat kita jumpai disekitar kita.
Sedangkan Broaching Process atau Parut adalah proses permesinan yang menggunakan alat bergigi, yang disebut bros, untuk menghilangkan material. Ada dua jenis utama broaching: linier dan putar.





2.10 Vertical Broaching Machine Push Type
2.11 Horizontal Broaching Machine



8.      Abrasive Machining Process

Proses abrasif adalah proses yang digunakan untuk melepas/memotong bagian benda kerja dengan cara menggesekkan bahan yang keras. Proses ini menggunakan partikel-partikel abrasive sebagai mata potongnya. Partikel-partikel ini harus diikat dengan material-material lainnya agar dapat menjadi mata potong yang tunggal dan kuat. Keunggulan Proses Abrasif, dibandingkan dengan proses pemesinan yang lain adalah :
·         Dapat digunakan untuk semua jenis material, dari logam yang lunak sampai baja dan material non logam yang keras seperti keramik dan silikon.
·         Beberapa proses ini dapat digunakan untuk menghasilkan permukaan yang sangat halus.
·         Untuk beberapa proses, dapat menghasilkan dimensi yang sangat presisi.
2.11 Mata Potong jenis abrasif
2.12 Salah satu mesin abrasif









BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan
Proses pemesinan merupakan hal dasar pada proses manufaktur yang harus kita ketahui. Pembentukan material dapat disesuaikan dengan proses-proses pemesinan yang ada. Dari beberapa proses yang telah saya sampaikan tentunya merupakan hal penting yang dapat memudahkan pekerjaan kita dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam dunia kerja. Kemudahan ini adalah hasil dari perkembangan teknologi yang semakin hari semakin meningkat, tentunya dengan pemahaman serta pendalaman teknik yang harus kita tingkatkan pula.

III.        Saran
Fakultas Teknik adalah tempat dimana para calon insinyur akan ditempa dan dibekali dengan ilmu-ilmu teknik untuk kemudian hari akan menjadi bekal dalam dunia kerja. Jurusan teknik mesin merupakan tempat menuntut ilmu yang menjanjikan yang nantinya para lulusan jurusan ini diharapkan mampu menjadi para pemikir dan analisator yang dapat turut memajukan dunia pemesinan di Indonesia. Pemahaman dasar mengenai proses pemesinan sebelum melanjutkan ke ilmu teknik yang lebih dalam merupakan hal yang harus dilalui terlebih dahulu. Keseriusan untuk mempelajari ilmu ini juga diharapkan agar nantinya akan lahir para insinyur-insinyur yang berkualitas.
               












Daftar Pustaka

*      Wikipedia.com
*      Materials and Processes in Manufacturing – De Garmo’s

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar