Jumat, 09 Maret 2012

makalah proses pemesinan

BAB I
PENDAHULUAN

I.1        Latar Belakang
Semakin meningkatnya perkembangan hidup manusia maka jaman pun ikut berkembang dengan pesat. Karena perkembangan manusia sangat maju maka bidang teknologi pun ikut mengalami perkembangan yang maju pula.
Jika diperhatikan, kebutuhan manusia tidak lepas dari unsur logam. Karena hampir semua alat yang digunakan terbuat unsur logam. Sehingga logam mempunyai peranan aktif dalam kehidupan manusia dan menunjang teknologi jaman sekarang. Oleh karena itu timbul usaha-usaha dari manusia untuk dapat memperbaiki sifat-sifat logam tersebut. Salah satunya adalah dengan merubah bentuknya.
Para produsen mobil dan pemasok kemudian menggunakan hampir setiap
proses yang dijelaskan dalam makalah ini dan walaupun ada pula beberapa yang tidak dijelaskan, sering kali karena mereka merahasiakannya, tentunya karena alasan bisnis. Pada dasarnya, manufaktur adalah aktivitas nilai tambah, di mana konversi
bahan menjadi produk menambah nilai dengan materi aslinya

I.2        Tujuan Penulisan
1.      Mempelajari konsep dasar proses manufaktur
2.      Memahami peranan proses manufaktur dalam dunia permesinan
3.      Menarik minat pembaca untuk lebih mengenal proses manufaktur

I.3        Metode Penulisan
Dalam menulis makalah ini, saya memperoleh kajian materi dari beberapa sumber, yaitu studi literatur dari buku-buku yang terkait dengan topik dan berbagai artikel dari internet.




DAFTAR ISI

Halaman
I.      Pendahuluan
I.1.Latar Belakang………………………………………………………………………………..    1
I.2.Tujuan Penulisan …………………………………………………………………...………     1
I.3.Metode Penulisan ………………………………………………………………………….     1
I.4.Daftar Isi ....................………………………………………….………………………                   2
II.   Isi
II.1.       Konsep Dasar …………………………………………………………………………………            3
II.2.       Proses Pemesinan / Machining Process………………………………….…....              4
1.      Turning Process……………………........................………                5
2.      Shaping & Planning Process..................................                  6
a.      Shaper..........................................................                     7
b.      Planer...........................................................                     7
3.      Milling Process....................................................                    8
4.      Driling Process....................................................                    8
5.      Boring Process....................................................                    9
6.      Filing Process......................................................                    9
7.      Sawing dan Broaching Process.............................                  10
8.      Abrasive Machining Process.................................                  11

III.  Penutup    
III.1.     Kesimpulan ……………………………………………………………………………………             12
III.2.     Saran ………………………………………………...…………………………………………..            12
Daftar pustaka ……………………………………………………………………………………………………...            13


BAB II
I S I

II.1       Konsep Dasar
Proses Manufaktur adalah suatu cara atau proses yang di terapkan untuk merubah bentuk suatu benda. Manufaktur sangat erat terkait dengan rekayasa atau teknik. Tujuan proses manufaktur adalah untuk menghasilkan komponen-komponen yang menggunakan material tertentu dengan mempertimbangkan bentuk, ukuran dan strukturnya. Proses ini sangat berhubungan erat dengan dunia permesinan. Dimana bidang permesinan memegang peranan penting dalam kemajuan teknologi di dunia.
Menurit sisi ekonomi pengertian proses manufaktur adalah aktivitas nilai tambah, di mana konversi bahan menjadi produk menambah nilai dengan materi aslinya. Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur bertujuan untuk menghasilkan nilai tambah dan mereka melakukannya dengan cara yang paling efisien.
Dimulai dengan desain produk, bahan, tenaga kerja, dan peralatan yang interaktif
faktor dalam manufaktur yang harus dikombinasikan dengan benar (terintegrasi) untuk mencapai biaya rendah, kualitas unggul, dan tepat waktu pengiriman. Biasanya, seperti yang ditunjukkan dalam gambar 1.1
Gambar 1-1
Biaya manufaktur adalah bagian terbesar dari harga jual, biasanya sekitar
40%. Bagian terbesar dari manufaktur adalah bahan, biasanya 50%.


Mengacu lagi untuk total biaya yang ditunjukkan pada Gambar1 -2 (harga jual dikurangi keuntungan), sekitar 68% dari biaya yang dihabiskan untuk pekerja, dengan rincian sekitar 15% untuk insinyur, 25% untuk pemasaran, penjualan & dan orang-orang manajemen umum; 5% untuk tenaga kerja langsung, dan 10% untuk rata-rata biaya pekerja tidak langsung. Bidang manufaktur di Amerika Serikat adalah sekitar $ 15 per jam untuk pekerja di tahun 2000. Penurunan tenaga kerja langsung hanya akan memiliki dampak marjinal pada biaya orang total. kombinasi optimal dari faktor-faktor untuk memproduksi sejumlah kecil dari suatu produk tertentu mungkin sangat tidak efisien untuk kuantitas yang lebih besar dari produk yang sama. Akibatnya, pendekatan sistem, mengambil semua faktor,
harus digunakan. Mereka membutuhkan suara dan pemahaman yang luas pada bagian dari pembuat keputusan pada nilai material, proses, dan peralatan untuk perusahaan, disertai dengan pemahaman tentang Bahan sistem manufaktur dan proses dalam sistem manufaktur.

II.2       Proses Pemesinan / Machining Process
Proses permesinan (Machining process) merupakan proses pembentukan suatu produk dengan pemotongan dan menggunakan mesin perkakas. Umumnya, benda kerja yang di gunakan berasal dari proses sebelumnya, seperti proses penuangan (Casting) dan proses pembentukan (Metal Forging). Proses permesinan ini berdasarkan bentuk alat potong dapat di bagi menjadi 2 tipe, yaitu :
  1. Bermata potong tunggal (single point cutting tools)
  2. Bermata potong jamak (multiple points cuttings tools)
Secara umum, gerakan pahat pada proses permesinan terdapat 2 tipe yaitu : gerak makan (feeding movement) dan gerak potong (cutting movements). Sehingga berdasarkan proses gerak potong dan gerak makannya, proses permesinan dapat di bagi menjadi beberapa tipe, antara lain :
  1. Proses Bubut (Turning)
  2. Proses Sekrap (Planning, Shaping)
  3. Proses Freis (Milling)
  4. Proses Gurdi (Drilling)
  5. Proses Bor (Boring)
  6. Proses Kikir (Filling)
  7. Proses Gergaji atau parut (Sawing, Broaching)
  8. Abrasive Machining Process

Proses permesinan akan terus berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi di bidang manufaktur karena benda – benda (produk) yang dihasilkan juga beragam
1.      Turning Process
Mesin Bubut adalah suatu mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja.
Prinsip kerja mesin bubut yaitu: poros spindel akan memutar benda kerja melalui piringan pembawa sehingga memutar roda gigi pada poros spindel. Melalui roda gigi penghubung, putaran akan disampaikan ke roda gigi poros ulir. Oleh klem berulir, putaran poros ulir tersebut diubah menjadi gerak translasi pada bagian yang membawa pahat. Akibatnya pada benda kerja akan terjadi sayatan.
Gambar 2.1 – Mesin Bubut dan bagian-bagiannya
Untuk menjamin kelangsungan proses ini maka jelas diperlukan material pahat yang lebih unggul daripada material benda kerja. Keunggulan tersebut dapat dicapai karena pahat dibuat dengan memperhatikan berbagai segi yaitu:
a.      Kekerasan: kekerasan yang cukup tinggi melebihi kekerasan benda kerja tidak saja pada temperatur ruang melainkan juga pada temperatur tinggi pada saat proses pembentukan geram berlangsung.
b.      Keuletan: Keuletan yang cukup besar untuk menahan beban kejut yang terjadi sewaktu pemesinan dengan interupsi maupun sewaktu memotong benda kerja yang mengandung partikel/bagian yang keras (hard spot).
c.       Ketahanan beban kejut thermal: diperlukan bila terjadi perubahan temperature yang cukup besar yang cukup besar secara besar secara berkala/periodik.
d.      Sifat adhesi yang rendah: Untuk mengurangi afinitas benda kerja terhadap pahat mengurangi laju keausan, serta penurunan gaya pemotongan.
e.      Daya larut elemen/komponen material pahat yang rendah: dibutuhkan demi untuk memperkecil laju keausan akibat mekanisme difusi.

Ada beberapa jenis pahat:
2.2 beberapa jenis pahat yang digunakan dalam proses bubut.


2.      Shaping & Planning Process
Pada proses permesinan ini hanya dapat memotong menurut garis lurus dengan jenis/tipe pemotongan yang sama dan selalu memotong hanya dalam satu arah, sehingga langkah balik merupakan langkah terbuang (waktu terbuang). Proses menyekrap menggunakan tool yang lebih keras dari benda kerja.


a.      Shaper
Shaper adalah mesin yang digunakan untuk memproduksi benda yang memilki dimensi relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan planer. Gerak potong pada mesin shaper dilakukan oleh pahat yang melekat pada ram, sedangkan gerak makan dilakukan oleh benda kerja (meja).
2.3 Mesin Shaper
b.      Planer
Planer adalah mesin yang digunakan untuk memproduksi benda yang besar dan berat. Planer dapat digunakan untuk menghasilkan permukaan datar horizontal dan vertikal. Namun, planer kurang efisien daripada  proses machning dasar lainnya, seperti milling. Akibatnya planing dan planer sebagian besar telah digantikan oleh mesin milling atau mesin mesin yang dapat melakukan kedua-duanya (Planing dan Miling).





2.4 Mesin Planer Kayu / Ketam, contoh mesin planing sederhana

2.5 Mesin Portable Planer




3.      Milling Process
Pada proses Freis, prinsip dasar yang digunakan adalah terlepasnya logam (geram) oleh gerakan pahat yang berputar. Mesin ini dapat melakukan pekerjaan seperti memotong, membuat roda gigi, menghaluskan permukaan, dan lain-lain.
2.6 Mesin Milling
Prinsip kerja dari proses milling adalah pemotongan benda kerja dengan menggunakan pahat bermata majemuk yang dapat menghasilkan sejumlah geram. Benda kerja diletakkan di meja kerja kemudian, dipasang pahat potong dan disetel kedalaman potongnya. Setelah itu, benda kerja didekatkan ke pahat potong dengan pompa berulir, untuk melakukan gerak memakan sampai dihasilkan benda kerja yang diinginkan.
4.      Drilling Process

Pada mesin Gurdi pahat potong yang digunakan berupa twist drill yang terdiri dari dua atau lebih pahat potong tunggal, sehingga dikelompokkan sebagai pahat bermata potong banyak. Gerakan memotong dan memahat dilakukan oleh pahat.

2.7 Mesin Gurdi

5.      Boring Process

Pengeboran selalu melibatkan pembesaran lubang yang ada. Yang mungkin telah dibuat ataupun hasil dari inti dalam casting.  

2.8 Mesin Bor
6.      Filing Proses
            Proses yang dilakukan dengan menggunakan gigi-gigi kikir. Kikir terbuat dari baja tempa yang mengandung karbon tinggi dan meliputi bagian panjang, potongan, bentuk dan gigi pemotong. Jika ditinjau dari bentuknya, ada beberapa tipe yang sering kita jumpai. Antara lain bentuk flat, square, triangular, round, half round dan eliptical. Sedangkan dilihat dari bentuk permukaannya terdiri dari kikir kasar dan kikir halus.
Dibawah adalah 4 jenis mata kikir:
2.9  Single, Double, Rasp dan Curven
  1. Sawing & Broaching Process
Fungsi dari proses gergaji atau sawing process sendiri adalah sebagai alat bantu (bukan untuk geometri), sehingga benda kerjanya ketika akan dipasang dapat sesuai dengan  ukuran yang kita inginkan.
Jenis-jenis gergaji ada 2 yaitu Gergaji Tangan dan Gergaji Mesin. Alat ini bukanlah alat yang asing dan dapat kita jumpai disekitar kita.
Sedangkan Broaching Process atau Parut adalah proses permesinan yang menggunakan alat bergigi, yang disebut bros, untuk menghilangkan material. Ada dua jenis utama broaching: linier dan putar.





2.10 Vertical Broaching Machine Push Type
2.11 Horizontal Broaching Machine



8.      Abrasive Machining Process

Proses abrasif adalah proses yang digunakan untuk melepas/memotong bagian benda kerja dengan cara menggesekkan bahan yang keras. Proses ini menggunakan partikel-partikel abrasive sebagai mata potongnya. Partikel-partikel ini harus diikat dengan material-material lainnya agar dapat menjadi mata potong yang tunggal dan kuat. Keunggulan Proses Abrasif, dibandingkan dengan proses pemesinan yang lain adalah :
·         Dapat digunakan untuk semua jenis material, dari logam yang lunak sampai baja dan material non logam yang keras seperti keramik dan silikon.
·         Beberapa proses ini dapat digunakan untuk menghasilkan permukaan yang sangat halus.
·         Untuk beberapa proses, dapat menghasilkan dimensi yang sangat presisi.
2.11 Mata Potong jenis abrasif
2.12 Salah satu mesin abrasif









BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan
Proses pemesinan merupakan hal dasar pada proses manufaktur yang harus kita ketahui. Pembentukan material dapat disesuaikan dengan proses-proses pemesinan yang ada. Dari beberapa proses yang telah saya sampaikan tentunya merupakan hal penting yang dapat memudahkan pekerjaan kita dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam dunia kerja. Kemudahan ini adalah hasil dari perkembangan teknologi yang semakin hari semakin meningkat, tentunya dengan pemahaman serta pendalaman teknik yang harus kita tingkatkan pula.

III.        Saran
Fakultas Teknik adalah tempat dimana para calon insinyur akan ditempa dan dibekali dengan ilmu-ilmu teknik untuk kemudian hari akan menjadi bekal dalam dunia kerja. Jurusan teknik mesin merupakan tempat menuntut ilmu yang menjanjikan yang nantinya para lulusan jurusan ini diharapkan mampu menjadi para pemikir dan analisator yang dapat turut memajukan dunia pemesinan di Indonesia. Pemahaman dasar mengenai proses pemesinan sebelum melanjutkan ke ilmu teknik yang lebih dalam merupakan hal yang harus dilalui terlebih dahulu. Keseriusan untuk mempelajari ilmu ini juga diharapkan agar nantinya akan lahir para insinyur-insinyur yang berkualitas.
               












Daftar Pustaka

*      Wikipedia.com
*      Materials and Processes in Manufacturing – De Garmo’s

DOWNLOAD MODUL/TUTORIAL/SOAL UN TEKNIK PEMESINAN 2012

Berhubung penyimpanan data di Ziddu seringkali tidak bisa di unduh maka kami memberikan alternatif penyimpanan data di:  Mediafire

Modul / Bahan Ajar / Referensi:

  1. komponen penerus daya sabuk dan rantai.pdf
  2. Pengenalan Baja dan Proses Pembuatannya.pdf
  3. Pengetahuan Bahan Teknik.pdf
  4. Dasar Kelistrikan Mesin.pdf
  5. K3 Pemesinan.pdf
  6. Mengukur dengan alat ukur mekanik presisi.pdf
  7. Menggunakan Perkakas tangan.doc
  8. Menggunakan perkakas bertenaga operasi digenggam.pdf
  9. Memahami Toleransi Ukuran.doc
  10. Membaca Gambar Teknik.doc
  11. mesin operasi dasar.doc
  12. Melakukan pekerjaan dengan mesin bubut.pdf
  13. mesin frais - Bahan pisau dan Kelengkapan mesin.doc
  14. mesin frais - Jenis.doc
  15. Melakukan pekerjaan dengan mesin gerinda.pdf
  16. Menggunakan mesin bubut (kompleks).doc
  17. Mengefrais kompleks.pdf
  18. Menggerinda pahat dan alat potong.doc
  19. CNC Dasar TU 2A.doc
  20. CNC Dasar TU 3A.doc
  21. Menggambar dengan AutoCAD
  22. Menggambar dengan MasterCAM 9
  23. Menggambar dengan Inventor
Soal Teori Kejuruan Teknik Pemesinan
  1. Soal Latihan 1 Teori Kejuruan Teknik Pemesinan.doc
  2. Soal Latihan 2 Teori Kejuruan Teknik Pemesinan.doc
  3. Soal Latihan 3 Teori Kejuruan Teknik Pemesinan.doc
  4. Soal Latihan 4 Teori Kejuruan Teknik Pemesinan.doc
  5. Soal Latihan 5 Teori Kejuruan Teknik Pemesinan.doc
  6. Soal Latihan 6 Teori Kejuruan Teknik Pemesinan.doc
Kunci Jawaban dan Pembahasan
  1. Kunci Jawaban dan Pembahasan Soal Latihan 1 Teori Kejuruan Teknik Pemesinan.pdf
  2. Kunci Jawaban dan Pembahasan Soal Latihan 2 Teori Kejuruan Teknik Pemesinan.pdf
  3. Kunci Jawaban dan Pembahasan Soal Latihan 3 Teori Kejuruan Teknik Pemesinan.pdf
  4. Kunci Jawaban dan Pembahasan Soal Latihan 4 Teori Kejuruan Teknik Pemesinan.pdf
  5. Kunci Jawaban dan Pembahasan Soal Latihan 5 Teori Kejuruan Teknik Pemesinan.pdf
  6. Kunci Jawaban dan Pembahasan Soal Latihan 6 Teori Kejuruan Teknik Pemesinan.pdf
Prediksi Soal Teori Kejuruan Teknik Pemesinan
  1.  Prediksi Soal dan Pembahasan Teori Kejuruan Pemesinan 2012.pdf

pengertian pemesinan

PENGERTIAN TEKNIK MESIN

Teknik mesin adalah ilmu yang mempelajari energi dan sumber energinya. Hal-hal yang dipelajari dalam teknik mesin banyak berurusan dengan penggerak-penggerak awal, seperti turbin uap, motor bakar, mesin-mesin perkakas, pompa dan kompresor, pendingin dan pemanas, dan alat-alat kimia tertentu. Dalam hal penggerak-penggerak awal ini, teknik mesin mengajarkan cara penggunaan yang efisien dan ekonomis. Hal lain yang dipelajari dalam teknik mesin adalah sifat fisis dan fenomena yang terjadi pada suatu bahan. Hal ini termasuk sifat bahan dalam menyangga tarikan, tekanan, momen, atau puntiran. Sifat bahan penting untuk dopelajari dikarenakan dalam mendesain suatu barang, kita harus menentukan dulu kegunaan dari barang tersebut dan gaya-gaya apa saja yang akan diperlakukan pada barang tersebut. Dalam teknik mesin juga diajarkan untuk mengubah sifat fisis suatu bahan jika didapati tidak ada bahan yang memenuhi persyaratan, yaitu dengan perlakuan panas ataupun penambangan unsur-unsur tertentu di dalam bahan yang tersedia di alam. Banyak orang berpendapat bahwa seseorang yang masuk kuliah di teknik mesin akan mendapatkan ilmu tentang mesin-mesin otomotif. Hal ini tidaklah salah, tetapi kurang tepat. Karena untuk dapat memiliki kemampuan memperbaiki mesin-mesin otomotif, kamu perlu cukup masuk ke kursus-kursus otomotif. Bahkan, jika seseorang mengambil STM dan mengambil spesialis otomotif, maka orang tersebut sudah memiliki kemampuan yang cukup dalam hal memperbaiki mesin-mesin otomotif. Jadi, teknik mesin mengajarkan lebih dari itu. akan tetapi ada perbedaan antara kursus-kursus dengan teknik mesin,yaitu dilihat dari asas belajarnya (tentang pembangkitan tenaga dan pemakaiannya), jelaslah bahwa seseorang yang mengambil kuliah di teknik mesin akan lebih banyak mempergunakan logika dalam memecahkan persoalan. Hal yang dipelajari dalam teknik mesin tidak hanya terpusat pada mesin otomotif, sedangkan mekanik otomotif hanya dapat memperbaiki sesuatu berdasarkan pengalaman yang mereka dapatkan selama pelatihan.
Teknik mesin sangat dibutuhkan dalam era industrialisasi yang sedang terjadi di Indonesia, maka dibutuhkan banyak tenaga kerja yang dapat menangani alat-alat industri yang ada dan dipakai di Indonesia. Untuk memenuhi tuntutan tenaga kerja tersebut, maka dibutuhkan teknik mesin. Dalam memilih suatu penyelesaian perlu dpertimbangkan prinsip-prinsip keandalan, keselamatan, dan ekonomi. Prinsip keandalan adalah pedoman mengenal fungsi alat dan kapasitasnya, yang harus dapat memenuhi persyaratan yang dibutuhkan oleh dunia industri. Prinsip keselamatan mempertimbangkan tingkat keselamatan alat jika terjadi kecelakaan. Prinsip ekonomis berarti biaya pembuatan harus sebanding dengan penggunaannya yang optimal, sehingga cost effectiveness-nya tinggi. Gelar kesarjaan yang diperoleh setelah lulus dari teknik mesin adalah Sarjana Teknik Mesin. Dulunya, gelar kesarjanaan yang diperoleh setelah lulus dari teknik mesin adalah insyiur.
Kemampuan Penunjang
Menyukai Matematika dan FisikaDilihat dari perkembangan ilmunya, dasar ilmu teknik mesin adalah matematika terapan dan fisika terapan. Matematika adalah bahasa seseorang teknik mesin karena dalam menentukan suatu permasalahan, seorang mahasiswa teknik mesin dapat berkomunikasi dengan partnernya melalui angka-angka. Bukan hanya operasi penjumlahan dan perkalian, tetapi yang paling penting adalah menganalisis secara efektif pemecahan masalahnya. Sama halnya dengan matematika, ilmu fisika dalam teknik mesin adalah hal wajib yang akan sering kita temui. Fisika diperkuliahan hampir sama dengan fisika di SMU. Namun, kita dituntut mengembangkan daya penalaran kita, yaitu dengan mengembangkan rumus-rumus dasarnya, sehingga kita tidak perlu banyak menghafal semua rumus turunannya. Itu yang buat kita malas belajar fisika di SMU. Rumusnya berjuta-juta sih... Bahasa AsingDengan bekal penguasaan bahasa Inggris, minimal secara pasif kamu dapat memahami ilmu teknik mesin dengan baik.Itu dikarenakan buku referansi teknik mesin kebanyakan berbahasa Inggris. Selain itu ada juga bahasa Belanda dan Jerman yang bisa banyak membantumu mempelajari mesin dari buku manualnya karena mesin-mesin yang ada di Indonesia merupakan hasil produksi negara-negara tersebut.
LogikaLogika yang dimaksud disini adalah kemampuan untuk menggunakan pengetahuan yang kita punya untuk memecahkan permasalahan yang muncul. Misalnya, ketika kita diminta untuk menghitung tinggi suatu gedng dengan menggunakan barometer (alat pengukur tekanan). Jika seseorang tidak memiliki logika, maka orang tersebut tidak akan mendapat hasil apa pun dalam mengerjakannya. Tetapi dengan logika, hal ini dapat membantu kita memecahkan permasalahannya yang ada. Orang yang berlogika akan menggunakan prinsip tekanan yang didapat dalam pelajaran fisika. Tekanan udara akan berkurang 1 atm (satuan tekanan atmosfer) setiap 10 meter, Ketika berada di bawah, ia akan menghitung tekanannya. Lalu, ia akan naik ke puncak gedung dan melihat berapa tekanan yang ada di atas gedung. Hasil pengamatan di atas gedung dikurangi dengan hasil pengamatan yang didapat di bawah gedung akan selanjutnya dikonversikan (diubah dalam bentuk satuan tinggi dengan dibagi 10 meter). Dalam kuliah teknik mesin, Dalam masa kuliah hanya sedikit sekali praktik ilmu yang didapat karena kebanyakan berupa teori. Seorang yang berlogika dapat menggunakan teori-teori yang ada dalam memecahkan permasalahan yang diajukan oleh dosen. Dan seperti penjelasan di atas sehubungan dengan lapangan pekerjaan, logika yang kita bentuk semasa kuliah akan sangat membantu kita dalam mencari pekerjaan dan menyelesaikan pekerjaan tersebut. Kamu tidak perlu khawatir sehubungan dengan lowongan pekerjaan dalam dunia kerja. Banyak bidang yang bisa dimasuki para sarjana teknik mesin, tidak hanya dalam sektor industri, namun juga pada sektor migas dan juga sektor yang sebetulnya tidak memiliki kaitan dengan ilmu pengetahuan yang didapat oleh para sarjana teknik mesin.
Bidang perawatan MesinDapat dikatakan bahwa bagian-bagian teknik mesin merupakan jantung dari perusahaan. Karena produksi mereka (para pengusaha) sangat bergantung pada perawatan mesin-mesin produksi maupun pada energi yang menggerakkan mesin-mesin produksi. Dan hal ini semua dikerjakan oleh para sarjana teknik mesin. Dari mulai pelumasan penggantian suku cadang yang sudah rusak sampai kepada pengontrolan produksi.
Bidang Industri alat beratDalam industri alat-alat berat terdapat beberapa divisi, seperti divisi pengecoran, divisi rangka dan komponen, divisi perakitan, dan divisi desain. Dalam divisi pengecoran, sarjana teknik mesin berguna dalam hal menemukan bahan yang cocok dengan pemakaian dan harganya murah untuk dijadikan bahan dalam pembuatan alat-alat berat. Seorang sarjana teknik mesin perlu menentukan jenis perlakuan fisis terhadap suatu jenis bahan agar dapat ditingkatkan kekuatan fisisnya. Dalam divisi rangka dan kompenen, seorang sarjana teknik mesin perlu mencermati titik-titik tertentu dalam alat yang akan mudah patah ataupun rusak, sehingga dapat diketahui bagian-bagian yang harus diperkuat. Hal ini tentunya akan mempengaruhi bentuk dari alat berat dan juga biaya produksinya. Dalam divisi desain, seorang sarjana teknik mesin melakukan pekerjaan dalam merancang suatu alat yang sesuai dengan permintaan pasar. Mereka bekerja dalam menggambar rancangan mereka dan juga memperkirakan mesin-mesin yang akan dipakai untuk menggerakkan alat yang mereka rancang agar hasilnya dapat memuaskan dan efisien. Selain menguji spesimen hasil produksi, tugas sarjana teknik mesin adalah menentukan proses yang tepat untuk menghasilkan bahan dengan kekuatan sesuai kebutuhan penggunaannya. Setelah selesai, penting bagi mereka untuk menguji hasil produksi sesuai dengan standar yang ada atau disesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan pasar. kamu juga bisa bekerja di bidang lainnya. Misalnya kamu bisa bekerja di hotel-hotel untuk mengurusi perancangan sistem pendingin udara dan saluran air,perusahaan pembangkit listrik, seperti PLTA, PLTU, dan PLTG serta perusahaan minyak dan gas bumi, seperti Pertamina juga selalu membutuhkan sarjana teknik mesin. Dalam bidang pemerintahan, sarjana teknik mesin juga dibutuhkan, misalnya di bagian pusat riset dan pengembangan teknologi milik pemerintah, seperti BPPT (Badan Pusat Pengembangan Teknologi) dan IPTN
.

Rabu, 07 Maret 2012

pemsinan

sangat ada bnyak perusahaan yang membutuh kan banyak pegawai terutama di bidang pemesinan

. Mesin Bubut
Adalah mesin perkakas yang memproduksi benda kerja yang berbentuk silindris, dengan cara gerakan eretan memanjang, eretan melintang dan eretan atas.
Macam-macan pekerjaan membubut pada mesin bubut adalah:
*membubut rata
*membubut bertingkat
*membubut dalam dan mengebor
*membubut ulir segitiga, segiempat, segienam.
*membubut tirus.
2. Mesin Frais
Bagian2 mesin frais adalah:
*meja mesin
*sadel
*lutut mesin (knee)
*kolom (rumah mesin)
*alas mesin
*lengan (arm)
*motor penggerak
*gear box
*pompa air pendingin
3. mesin bor
Adalah sebuah mesin yang di gunakan untuk meratakan benda kerja atau untuk mengebor benda kerja.
Sudut2 bor yang diperlukan dalam pengeboran:
*sudut 118 derajat untuk besi
*sudut 135 derajat untuk baja
*sudut 105 derajat untuk bahan lunak.
4. Ragum
Adalah suatu alat penjepit untuk menjepit beda kerja yang akan dikikir, dipahat, digergaji, ditap, diseney, dan lain-lain.
Dengan memutar tangkai (handle) ragum, maka mulut ragum akan menjepit atau membuka/melepas benda kerja yang sedang dikerjakan.
5. Batu Gerinda atau Roda Gerinda
Pada umumnya batu gerinda atau roda gerinda biasanya di gunakan untuk mengasah pisau yang tumpul menjadi lancip/ tajam.
Identitas batu/ roda gerinda menunjukan:
*Jenis bahan asah
*ukuran butiran bahan asah
*tingkat kekerasan
*susunan butiran bahan asah
*jenis bahan perekat.